0

STOP BERTANYA DAN KEPO…

Menikah dan kemudian memiliki anak merupakan keinginan bagi setiap pasangan suami istri. Namun ternyata gak selamanya untuk segera memiliki anak, pasangan suami istri dapat menempuh jalan yang mulus. Akan ada banyak pertanyaan dan kekepoan, sampai cibiran dari orang orang yang ketika melihat pasutri belum memiliki keturunan. Bahkan kerap kali entah itu sengaja ataupun nggak, ada yang berucap kurang enak secara langsung di depan pasutri dan didepan orang banyak.

Tak jarang pula sensi atau yang disalahkan adalah pihak istri atau perempuan. Padahal, belum memiliki keturunan adalah tanggung jawab yang dipikul berdua antara suami dan istri plus campur tangan dari Yang Maha Kuasa. 

Jadi, plisss mulai sekarang yuk tenggang rasa dengan pasutri yang belum memiliki anak dengan enggak bertanya atau kepo hal-hal berikut:

1. ‘Kok belum isi juga?’ 
sebenernya ini pertanyaan yang sepele, biasa aja tapi sumpah ini tuh menohok banget. Biasanya sebelum pertanyaan ini diucapkan, terlebih dulu ada pertanyaan basa-basi seperti ‘eh, udah isi belum ya?’.  Aduuh pliss, jangan tanyakan ini, bukan hanya karena nggak sopan, tapi ini bisa menyinggung perasaan. Pasutri yang baru menikah aja jengah sama pertanyaan ini apalagi pasutri yang sudah lama menikah……

Dari pada sibuk bertanya dan kepo terus menerus lebih baik mendoakan aja.

2. ‘Si anu baru menikah kemarin udah hamil, kok kamu belum?’

Untuk para penaya, sudah punya anak atau belum itu adalah kuasa Allah, keputusan Allah. Manusia hanya tinggal berdoa dan ikhtiar. Karena hamil dan punya anak itu bukanlah suatu perlombaan, yang bisa diukur seperti rumus matematika yang jika sudah benar rumus dan cara pengerjaannya maka bisa berhasil. TIDAK !!!

Hamil dan memiliki anak lagi lagi adalag campur tangan Allah. Kalau yang baru menikah langsung hamil, itu artinya rezeki mereka. Tapi bukan berarti Allah gak kasih rezeki bagi mereka yang belum punya anak, namun mungkin disimpan dulu rezeki anaknya biar pasutri semakin rajin beribadah dan berusaha.

*sebenernya aku tuh males banget posting hal hal kaya gini…karena seakan akan kita tuh gak percaya sama Allah…tapi berhubung kejadian ini aku alami sendiri..baru baru ini..saat silahturahmi kerumah keluarga..iyaa yang kepo dan tanya seperti itu justru keluarga sendiri dan bahkan seorang ibu…nyesek banget gak sih….

Hikss segala usaha sudah dilakukan tapi Allah belum kasih kepercayaan bagaimana dong…….

Advertisements
0

Tinggal di Rumah Mertua itu Rasanya………

Bismillah….

Tinggal dirumah mertua itu rasanya?? menakutkan? mengasyikkan? Atau mungkin menyeramkan???

Ini kisah ku….

Aku menikah maret 2014, setelah menikah, kami tinggal dirumah mamah ku, namun itu hanya satu hari saja..hiks hiks..
Selanjutnya kami tinggal di rumah orang tua suami alias rumah mertua.
Sedih? Ya iyalah sudah pasti..
Apalagi tinggal terpisah dengan mamah adalah hal terberat yang harus aku lakukan…

Next..yuk kita bahas gimana rasanya tinggal di rumah mertua.

Nyaman? Tentu saja diawal-awal tidak bisa dibilang nyaman.
Perasaan kangen sama mamah, adikku dan kakakku membuat aku sedih…
Bagaimana tidak, tiba-tiba aja aku harus pindah ke lingkungan baru alias rumah mertua, sudah pasti ada rasa gak nyaman, dan semuanya seakan serba gak enak.

Bersyukur nya aku, suami ku itu mengerti aku banget..setiap suami ku pergi kerja aku ikut dan diantar kerumah mamah, nanti suamiku pulang kerja, baru aku dijemput lagi..
Meskipun demikian, setelah sampai rumah mertua, aku langsung teringat rumah kembali, kangen mamah ku, kakak ku, dan adik ku..bahkan rasanya aku pengen balik lagi kerumah mamah.

Alhamdulillah sih sikap keluarga suami ke aku baik-baik aja, mungkin itu disebabkan karena aku dan suamiku pacarannya cukup menguras waktu, yaitu sampai lima tahun, jadi kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing.

Seiring waktu berjalan aku mulai menyadari, aku begini karena aku mengganggap rumah mertua adalah rumah yang asing bagi ku. Akhirnya aku mulai mencob

a untuk membuka diri, serta meyakinkan diri ku bahwa keluarga suami adalah keluarga ku juga, dan aku harus menganggap rumah ini seperti rumah sendiri.
Ya, selain itu aku juga harus menjadi diri sendiri, apa adanya. Biarkan keluarga baru ku ini mengenal aku, karena semakin mereka tahu banyak keburukan ku, itu artinya mereka semakin dekat dengan ku. Aku juga percaya, semakin mereka mengenal aku, mereka tak hanya melihat sisi buruk ku saja, namun juga sisi positifnya. Inilah aku…

Bukan hanya menampilkan the real me, ada hal yang aku coba tanamkan dalam diri ku selama tinggal di rumah mertua yaitu mencoba untuk berfikir positif dan toleransi.
Ini hanya soal waktu, rasa canggung baik itu dari ku atau mereka sudah pasti ada, namanya juga tiba-tiba ada orang baru di rumah, dan untuk mengatasi rasa canggung tersebut aku dan mereka sama-sama perlu mebiasakan diri dengan suasana baru ini. Dan yang paling penting aku harus beradaptasi dengan semua benda-benda yang ada di rumah mertua, dengan seluruh anggota keluarga, serta dengan budaya keluarganya. Akupun bisa dibilang menjadi sebagai pemerhati, dan mulai mempelajari setiap budaya yang ada di keluarga ini.
Pertanyaan-pertanyaan pun muncul di dalam hati ku “kok mereka kaya gini ya? Oh jadi disini tuh kebiasaannya kaya gitu ya? Kok berbeda ya dengan di rumah mamah? Haduuh apa mungkin mereka gak suka dan gak nyaman lagi kalau ada aku..”
Akan tetapi bagaimanapun juga, aku musti ingat, kalau aku tinggal di keluarga baru yang sudah pasti BERBEDA dengan keluarga ku di rumah.
Tapi yaudah sih gak perlu berpikir yang aneh-aneh ya rika.., cobalah untuk berpikir positif dengan mengerti, memahami, mempelajari, menelaah karakter dan budaya keluarga baru ini.
kadang hati ku menolak untuk bisa mengerti, kadang aku gak bisa menerima beberapa sikap mereka, tak jarang pula aku ditegur karena sifat ku, namun biar bagaimanapun juga ya aku tetap harus bisa menghargai, dan mengikuti aturan yang diberlakukan.
Akan tetapi aku musti berfikir positif, mungkin dengan aku ditegur atau dinasehati, aku jadi semakin banyak belajar dua budaya keluarga.

Ya..seiring dengan berjalannya waktu aku sekarang sudah mulai terbiasa tinggal dirumah mertua, terbiasa dengan lingkungannya, terbiasa dengan keluarganya, terbiasa dengan aturan-aturannya…

Namun…senyaman dan seenak apapun rumah mertua atau rumah orang tua, memiliki rumah sendiri untuk membangun dan membina keluarga sendiri merupakan impian setiap orang yang membina rumah tangga

0

Love u Mamah…

Bbrrr…kaki dan badan ku tiba2 aja lemas, seperti ga menetak ke lantai setelah baca bbm dari kakak ku…

Malam ini mamah di bawa ke RS Restu Ibu setelah dikasih rujukan pada hari kamis kemarin…

Bilang dokter ginjalnya mamah bocor…ya allah, astaqfirullah

Mamah memang penderita diabetes, ginjalnya mamah bocor itu disebabkan karena sakitnya itu…

Ya allah…kenapa harus mamah, ga aku aja yang sakit…

Mamah adalah wonder women kami, pahlawan kami, mamah tersayang kami….
Tanpa mamah kami ga mungkin bisa seperti sekarang….
Mamah membesarkan kami sendirian..
Mamah berjualan bangun pagi tidur malam mencari uang demi kami anak anaknya agar bisa bersekolah, bisa makan dan bayar sewa rumah…

Ya allah aku sayang mamah….
Tolong sehatkan mamah…
Aku belum bisa bahagiain mamah, selalu menyusahkan mamah…

Mamah I Love You….

11

Adilkah ini….

Sebenarnya males banget ngepost kisah lama yang ga bisa ku lupain itu…

Semenjak orang tua ku bercerai, aku, kakak ku dan adik ku ikut bersama mamah ku…
Mamah banting tulang mencari uang dengan berjualan makanan untuk biaya sekolah, makan, dan tempat tinggal kami..
Bapaknya mana? Bapak saat itu sedang puber ke 2, dimabuk cinta sama istri barunya..jadi lupa kalau punya anak….

Waktu berlalu…

Kakak ku pun lulus sekolah smk..kakak ku minta kuliah sama bapak tapi apa jawaban bapak,
“Bapak ga bisa kuliahin kamu, ga ada uang, kamu kerja aja”
Aku pikir ucapan itu hanya buat kakak ku, ternyata setahun kemudian aku lulus smu, bapak juga bilang hal yang sama…
padahal dulu bapak pernah bilang kalau mau kuliahin aku di akper…
Sedih…sudah pasti sedih banget….
Padahal saat itu bapak ku masih bekerja dan kehidupannya pun berkecukupan…

Ku pikir bapak ku bilang seperti itu cuma ke aku dan kakak ku saja, karena mungkin kami perempuan..tapi ternyata ketika adik ku yang laki2 lulus sekolah hal serupa juga di ucapkan oleh bapak ku ke adik ku…

Ya sudahlah…toh rejeki ga akan ketukar dan alhamdulillah kami pun bekerja di kantor dengan jabatan yang sama dengan yang memiliki ijasah D3 bahkan S1…

Dan setelah belasan tahun kisah itu berlalu, tadi hati ku kembali sakit, sedih, sebel….

Sore tadi aku telepon bapak, karena aku dapat bonus telepon sebesar 30 ribu, sayang kalau ga di pakai, karena hanya sampai jam 6 sore aja, setelah itu hangus…

Sekitar jam 17.30 wita aku telepon bapak…
Biasalah tanya kabar, gimana bapak sehat..bla bla bla…
Entah kenapa tiba2 aku tuh pengen aja tanyain kabar adik tiri ku, vira namanya..
” gimana kabar vira pak? Kerja kah dia sekarang”

Lalu bapak menjawab ” fira kuliah di ciputat sekarang, karena jauh naik bis jadi dia naik motor”

Jleeb..langsung males aku dengarnya…
Dulu aku, kakak ku, dan adik ku minta kuliah tapi bapak malah nyuruh kerja aja, padahal saat itu bapak masih bekerja, sekarang bapak sudah tidak bekerja dan penghasilannya hanya dari baikin2 listrik orang (katanya sih gitu, ga tau bener atau ga), tapi bapak bisa menguliahkan anaknya…
Dibilang iri, cemburu..iyalah pasti…
Aku, kakak ku dan adik ku semenjak lulus sekolah sudah langsung kerja cari uang buat kehidupan kami…
Kami juga dulu kerja naik bis, naik kereta api…tapi ga pernah bapak memikirkan kami….

Yasudahlah…biarkan allah yang membalas semuanya…

Mamah hanya mamah yang perduli, perhatian dan sayang sama kami…
Semoga kami bisa membahagiakan mamah….amiin

31

Gojek oh gojek….

Gojek…siapa yang tidak tau ojek online yang satu ini…
Selain tarifnya yang murah, cara ordernya juga gampang, cukup download aplikasinya aja di playstore…

Tapi sayang kadang orang orang yang memakai jasa gojek kadang tidak menghargai dan menganggap rendah si driver gojek….

Kisah itu yang di alami oleh adik ku…
Adik ku mulai menjadi driver gojek semenjak adik ku terkena phk…
Sambil mencari pekerjaan adik ku nge’gojek, lumayan buat beli susu untuk anaknya dan membayar cicilan biaya di rs sewaktu anaknya dirawat di ruang picu, kurang lebih 800 ribuan per bulan..

Namun ada musibah yang mengakibatkan adik ku tidak bisa gojek lg krn di blacklist dari gojek..

Ketika itu adik ku dapat orderan gofood..
Sesampai mengantar makanan si konsumen tersebut (masih anak abg) bilang “kembaliannya sekian ribu ya mas”
Dan bodohnya adik ku itu dia betulan mengembalikan sesuai dengan yang si konsumen ucapkan tanpa dihitung ulang…

Sepuluh menit kemudian adik ku di telepon dari kantor gojek. Katanya ada konsumen yang kasih bintang satu dan komplen kalau driver nya tidak jujur.
Sejak itu adik ku pun putus kemitraan dari gojek alias di blacklist dari gojek…

Setelah itu adik ku kembali kerumah si konsumen tersebut, untuk mengembalikan kekurangan uang kembalian sebesar sekian ribu.
namun si konsumen menjawab “gak usah dikembalikan mas, buat sedekah ke mas aja, lagian saya itu cuma nge’ test mas nya aja” sambil ketawa ketawa

Astaqfirullah….kok tega sih orang itu…kalaupun kembaliannya kurang, kan bisa telepon driver gojeknya dulu..
Orang tersebut tidak sadar kah karena perbuatannya itu dia telah memutus rejeki orang…
Tidak kah dia berpikir bagaimana nasib keluarga si driver karena ulahnya…

Mentang mentang anak orang kaya terus seenaknya aja seperti itu..memandang sebelah mata…
Mudahan allah memberikan hidayah buat orang tersebut…

Ya…sekarang adik ku sudah tidak gojek lagi..
tapi insya allah pintu rejeki lain sudah allah buka untuk adik ku….amiin..

0

Pahala Mencuci Pakaian Suami…

Ahad, 10 juli 2016

assalamualaikum wr wb…
sebelumnya saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin…..

Oke next..postingan kali ini tercetus setelah aku selesai mencuci baju kotor suamiki dan aku yang banyak itu..😂

Tapi is okey…karena ternyata banyak nilai kebaikan ketika istri mencuci pakaian suami…
Bahkan bukan hanya pahala saja yang di dapat..kadang disaat mencuci sering loh ketemu recehan di kantung celananya suami…

sstt.. bahkan kadang bukan hanya recehan saja yang sering ku temukan, uang besar jg loh..😁😁😁

Dan yang perlu di garis bawahi, menurut peraturan dan ketetapan para istri, recehan ataupun uang besar yang ditemukan oleh para istri disaat mencuci itu berarti menjadi hak para istri…😁😁😁

Ayoo angkat tangan yang juga seperti itu…👆🙌

Kalau menurut aku sih mencuci itu adalah kesadaran para istri…sadar akan kewajiban..

Dari kecil aku, kakak ku dan adik ku sudah diajarin oleh mamah untuk mencuci baju sendiri…
Jadi sekarang ketika sudah menikah, mencuci baju bukan hal yang perlu ditakutkan..

insya allah aku gak akan pernah menyuruh mamah ataupun suami ku untuk mencuci baju ku…
Karena menurutku selain berdosa, berarti kita juga telah gagal menjadi istri ataupun anak, apabila kita menyuruh orang tua atau suami untuk mencuci baju…

Dalam hadist riwayat Ibnu Mas’ud juga dijelaskan kok …

“Apabila seorang istri mencuci pakaian suaminya maka Allah catat untuknya 2000 (dua ribu) macam kebaikan, Allah ampuni 2000 (dua ribu) macam kekhilafan dan semua makhluk yang tersentuh sinar Matahari akan selalu setia memohonkan ampunan untuk istri tersebut”
(HR Ibnu Mas’ud)

Jadi yuks mari kita mencuci…..:):):)

َ

. (Riwayat Ibnu Mas’ud)
Selamat mencuci para ibu-ibu..
Subhanallah…

0

Menatap wajah suamiku saat tidur….

29 januari 2016
22.17 wita

sehabis aku sholat isya, ternyata suamiku sudah tertidur pulas..padahal tadi sebelum aku sholat, ku lihat suamiku sedang asik menonton tv…

Kudekati suamiku, ku pandangi wajahnya, hidunnya yang mancung..hehe..
Semakin lama ku pandang, semakin bergetar dada ku..
Perasaan ku jadi campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata..

suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.

suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.

Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu..

Lalu, lantas atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu..

Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk menaati Allah swt. Aku akan patuh kepadamu untuk memjemput ridlo-Nya..”